Jumat, 13 September 2024

GELANGGANG TEATER PELAJAR #5

 GELANGGANG TEATER PELAJAR #5



Gelanggang teater pelajar #5 merupakan latihan gabungan untuk mengenalkan teater kepada siswa/siswi SMA/SMK/MA sederajat yang diadakan pada hari sabtu dan minggu 20-21 Juli 2024 yang bertempat di Universitas PGRI Jombang. Melalui program ini diharapkan siswa bisa mengembangkan potensinya dalam seni pertunjukan, untuk memberikan bekal ilmu keproduksian dan artistik. Kegiatan ini dapat menjadi media bagi teater pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat untuk mengembangkan kemampuan berteater yang lebih baik lagi dalam memanagemen pementasan dan sebagai ajang silaturahmi, para teater pelajar untuk berbagi ilmu dan pengalaman mereka selama mengikuti ektrakurikuler teater di sekolah masing-masing.



Melalui program ini diharapkan siswa bisa mengembangkan potensinya dalam seni pertunjukan, untuk memberikan bekal ilmu keproduksian dan artistik. Kegiatan ini dapat menjadi media bagi teater pelajar tingkat SMA/SMK/MA sederajat untuk mengembangkan kemampuan berteater yang lebih baik lagi dalam memanagemen pementasan dan sebagai ajang silaturahmi, para teater pelajar untuk berbagi ilmu dan pengalaman mereka selama mengikuti ektrakurikuler teater di sekolah masing-masing. Latihan gabungan ini di khususkan bagi siswa/siswi SMA/SMK/MA sederajat yang diikutsertakan dalam program ini mencakup wilayah Jombang dan sekitarnya.

Maka, dukungan yang baik dari dari semua pihak sangat dibutuhkan agar kegiatan kesenian khususnya di bidang teater bisa terus hidup dan berkembang. Sehingga meningkatkan apresiasi seni pertunjukkan juga membentuk karakter siswa siswi dalam berkesenian.



Senin, 19 Februari 2024

 

REPORTASE KEGIATAN LOMBA MONOLOG 2023

Festival Teater Pelajar dan Mahasiswa Nasional tangkai lomba monolog merupakan kompetisi lomba monolog tingkat mahasiswa. Tujuan diselenggarakannya festival ini adalah untuk memberikan ruang kreatif bagi generasi muda dalam berkesenian. Festival ini juga sebagai media pengembangan minat dan bakat yang efektif untuk meningkatkan produktivitas Mahasiswa.

Kegiatan Teater Ringin Conthong dalam lomba ini pada tanggal 4 Desember 2023 pukul 10.00-13.00 WIB diawali dengan final checking artistik dan kebutuhan selama di Surabaya. Pada pukul 14.00 mulai pemberangkatan dari kampus menuju lokasi dan sampai di gedung Sawunggaling Unesa pada pukul 16.00.

Dilanjut dengan istirahat dan bersih diri pada pukul 17.00 di tempat peristirahatan. Lalu makan malam dimulai pukul 18.30 WIB. Setelah makan malam mulai meletakkan artistik yang dibutuhkan ke dalam gedung Sawunggaling tepat pada pukul 19.30 WIB. Setelah peletakan nomor, artis dan nomor peserta dilanjut dengan briefing panggung, check lighting, setting, musik dan moving aktor pada pukul 21.00 WIB. Lalu setelah briefing selesai dilaksanakan, para rombongan kembali ke tempat peristirahatan untuk bersantai dan beristirahat pada pukul 22.00 WIB.

Pada tanggal 5 Desember 2023, kegiatan awal adalah bersih diri pada pukul 06.00 dan mulai sarapan pada pukul 07.00 WIB. Setelah sarapan selesai dilanjut dengan istirahat. Pada pukul 08.00 WIB melakukan registrasi peserta di gedung Sawunggaling. Lalu pada pukul 09.00 kami dipersilahkan untuk pindah ke tempat yang telah di sediakan panitia untuk tempat prepare aktor sebelum pentas. Beberapa jam sebelum prepare kami gunakan untuk bersantai sambil berkenalan dengan pangkalan teater lain yang ada dalam satu ruangan. Lalu pada pukul 11.00 WIB mulai dengan make up aktor dan persiapan properti aktor, hingga selesai pada pukul 13.30. Lalu dilanjutkan dengan persiapan dress code panitia, perjalanan kembali ke gedung Sawunggaling untuk persiapan pementasan pada pukul 15.00.

Sesampainya di gedung kami diberi nomor antrian. Panitia mulai mengeluarkan artistik yang sudah disimpan pada tempat penyimpanan yang udah disediakan oleh pihak dari panitia FTPMN. Pada 14.30 dilakukan briefing yang ke dua kalinya dan touch up aktor. Pada pukul 14.45 kami sudah memasuki gedung pertunjukan dan siap siap untuk memulai pementasan. Pementasan dilakukan pukul 15.00 dan berakhir pada pukul 16.35 WIB. Setelah pementasan berakhir, kami melakukan foto bersama dan clear up persiapan pulang. Setting dan seluruh properti masuk pada pukul 17.00 Pada pukul 17.30 kami mulai otw pulang dan kembali ke kampus dengan selamat.

Dokumentasi:

(Pementasan Lomba Monolog FTPMN 2023)


Dokumentasi: Setelah Lomba Monolog FTPMN 2023






Jumat, 13 Mei 2016

JUM'ATAN

Jumatan adalah salah satu program kegiatan rutinan di teater ringin conthong. kegiatan yang dilakukan setiap hari jumat, mulai pukul 19.00 - 21.30 ini diisi dengan kegiatan pemantapan, penggalian pengetahuan dalam berteater, kepenulisan, dan yang tidak kalah pentingnya kegiatan ini bertujuan dalam mempererat tali persaudaraan antar anggotanya. Disetiap minggunya selalu di isi dengan jadwal kegiatan yang berbeda-beda dan tidak dilupakan bahwa kegiatan ini sesekali akan di isi bersama orang-orang yang dapat kita timba ilmunya dan tentu saja dalam berkegiatan ini tidak boleh adanya suatu hasil yang kosong atau sia-sia, justru dalam berkegiatan haruslah mendapatkan suatu hasil atau karya dari apa yang kita pelajari dan lakukan. Walaupun itu dalam bentuk yang kecil dan ditulis di selembar kertas yang minim, tapi itu akan jauh lebih berharga dari pada tidak ada hasil sama sekali. Karena dari yang kecil itu dapat kita kembangkan lagi menjadi suatu yang SPEKTAKULER. Oleh karena itu kegiatan jumatan ini sangat bermanfaat dan semoga akan terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitas yang baik untuk bekal dalam berproses sebelum menuju pada panggung pementasan.

Jumat, 18 Oktober 2013

PENTAS KELILING

Saksikan Pementasan Teater - persembahan alit UKM Teater Ringin Conthong :
Lakon : BARABAH - karya Motinggo Busye - Sutradara Nur Azizah.
On Stage : 9 - 10 November 2013 @ Aula III Gedug B STKIP PGRI Jombang.

Sabtu, 09 November 2013
Pementasan I : 15.00 WIB
Pementasan II : 18.30 WIB

Minggu, 10 November 2013
Pementasan I : 15.00 WIB
Pementasan II : 18.30 WIB

HTM : Rp. 10.000

CP : Qowy - 089695555342
: Habib - 085648798189

Al kisah:
Barabah, seorang wanita cantik berumur 28 tahun, merupakan seorang istri yang setia kepada sang suami meski suaminya, Banio, merupakan lelaki tua berumur 70an, telah bergonta-ganti istri sampai 11 kali. Keseharian kedua pasangan tersebut penuh dengan kesalahpahaman akibat suatu kecemburuan. Barabah sering cemburu terhadap istri-istri Banio terdahulu, sedangkan Banio cemburu karena kecantikan Barabah banyak dilirik lelaki muda.

Suatu ketika, Kecemburuan Barabah semakin menjadi-jadi saat Zaitun mendatangi rumahnya mencari Banio dengan tujuan hendak membicarakan masalah pernikahan. Kecemburuan yang menyelimuti Barabah memunculkan percekcokkan dengan Zaitun hingga akhirnya Zaitun pun diusir. Setelah Zaitun pergi, datanglah Banio dari ladang ilalangnya. Barabah menceritakan permasalahan tentang seorang wanita bernama Zaitun yang mencari Banio dengan tujuan membicarakan soal pernikahan dengan hati penuh rasa cemburu dan menuduh Banio hendak menikah lagi. Banio yang merasa tidak pernah merencanakan untuk menikah lagi, akhirnya menyusul wanita yang bernama Zaitun dengan tujuan untuk membuktikan apa yang dituduhkan Zaitun itu tidak benar.

Selang beberapa waktu kemudian, datanglah Adibul yang memperkenalkan diri sebagai seorang kusir sado. Tapi Barabah berpikiran bahwa Adibul adalah seorang polisi yang menyamar untuk menyelidiki karena pengaduan dari seorang wanita yang bernama Zaitun tadi. Tiba-tiba Banio datang dan menyangka bahwa mereka ada hubungan dan sedang mengatur siasat. Tentu saja tuduhan Banio ditolak oleh keduanya meski tetap saja Banio kekeh tidak percaya. Selang berapa saat, Zaitun pun datang. Kedatangan Zaitun kali ini untuk menyusul Adibul yang telah ditunggunya lama sekali. Akhirnya kesalahpahaman yang terjadi terjawab. Ternyata kedatangan Adibul dan Zaitun adalah untuk memohon do’a restu kepada Banio, ayah si Zaitun, yang tidak pernah dijumpainya karena Zaitun adalah anak Banio dari istri ke enam yang telah lama dicerai.
Foto: Saksikan Pementasan Teater - persembahan alit UKM Teater Ringin Conthong : Lakon : BARABAH - karya Motinggo Busye - Sutradara Nur Azizah. On Stage : 9 - 10 November 2013 @ Aula III Gedug B STKIP PGRI Jombang. Sabtu, 09 September 2013 Pementasan I : 15.00 WIB Pementasan II : 18.30 WIB Minggu, 10 September 2013 Pementasan I : 15.00 WIB Pementasan II : 18.30 WIB HTM : Rp. 10.000 CP : Qowy - 089695555342 : Habib - 085648798189 Al kisah: Barabah, seorang wanita cantik berumur 28 tahun, merupakan seorang istri yang setia kepada sang suami meski suaminya, Banio, merupakan lelaki tua berumur 70an, telah bergonta-ganti istri sampai 11 kali. Keseharian kedua pasangan tersebut penuh dengan kesalahpahaman akibat suatu kecemburuan. Barabah sering cemburu terhadap istri-istri Banio terdahulu, sedangkan Banio cemburu karena kecantikan Barabah banyak dilirik lelaki muda. Suatu ketika, Kecemburuan Barabah semakin menjadi-jadi saat Zaitun mendatangi rumahnya mencari Banio dengan tujuan hendak membicarakan masalah pernikahan. Kecemburuan yang menyelimuti Barabah memunculkan percekcokkan dengan Zaitun hingga akhirnya Zaitun pun diusir. Setelah Zaitun pergi, datanglah Banio dari ladang ilalangnya. Barabah menceritakan permasalahan tentang seorang wanita bernama Zaitun yang mencari Banio dengan tujuan membicarakan soal pernikahan dengan hati penuh rasa cemburu dan menuduh Banio hendak menikah lagi. Banio yang merasa tidak pernah merencanakan untuk menikah lagi, akhirnya menyusul wanita yang bernama Zaitun dengan tujuan untuk membuktikan apa yang dituduhkan Zaitun itu tidak benar. Selang beberapa waktu kemudian, datanglah Adibul yang memperkenalkan diri sebagai seorang kusir sado. Tapi Barabah berpikiran bahwa Adibul adalah seorang polisi yang menyamar untuk menyelidiki karena pengaduan dari seorang wanita yang bernama Zaitun tadi. Tiba-tiba Banio datang dan menyangka bahwa mereka ada hubungan dan sedang mengatur siasat. Tentu saja tuduhan Banio ditolak oleh keduanya meski tetap saja Banio kekeh tidak percaya. Selang berapa saat, Zaitun pun datang. Kedatangan Zaitun kali ini untuk menyusul Adibul yang telah ditunggunya lama sekali. Akhirnya kesalahpahaman yang terjadi terjawab. Ternyata kedatangan Adibul dan Zaitun adalah untuk memohon do’a restu kepada Banio, ayah si Zaitun, yang tidak pernah dijumpainya karena Zaitun adalah anak Banio dari istri ke enam yang telah lama dicerai.

Selasa, 13 Maret 2012

Proses Kreatif 1 Teater Ringin Conthong


Sebuah Pentas kulo nuwun atau teman-teman Teater Ringin Conthong menyebutnya Proses Kreatif 1. sebuah proses yang telah menjadi agenda tahunan ini telah terlaksana dari mulai tahun 2009 dari mulai berdirinya UKM Teater Ringin Conthong pada tahun 1997. proses kreatif 1 merupakan proses yang diperuntuhkan untuk calon anggota baru UKM Teater Ringin Conthong. berikut catatan reportoar proses kreatif 1 mulai tahun 2009 s/d 2012
2009 lakon LIT Karya Viddy AD
2010 Lakon BECIK NITIK ALA PILARA Karya Ahmad Jalidu
2011 lakon KORAN karya Agung Widodo
pada Tahun 2012 ini menyuguhkan lakon RT 0 RW 0 Karya Iwan Simatupang dengan sutradara muda Harry Setyobudi.
Pementasan RT 0 RW 0 akan dilaksanakan pada :
17 Maret 2012
pukul : 15.00 WIB dan 19.00
di Gedung B STKIP PGRI Jombang.
GRATIS Untuk Umum. sebuah lakon yang bercerita tentang kaum termarjinalkan yang menuntut keberadaannya di akui oleh Negara. bahwa kaum tersebut mempunyai Hak Untuk hidup layak sebagai warga Negara. Kritik sosial politik cukup meramaikan pemanggungan ini. Tampang kita saja sudah cukup membuat mereka curiga. Habis, tampang bagaimana lagikah yang dapat kita perlihatkan kepada mereka, selain tampang kita yang ini-ini juga? Bahwa tampang kita tampaknya kurang menguntungkan, kurang segar, kurang berdarah, salah kitakah ini? Bahwa dari tubuh dan pakaian kita menyusup uap yang pesing, uap dari air kali yang butek di kolong jembatan ini, salah kitakah ini? (Iwan Simatupang).

Sabtu, 23 Oktober 2010

on stage RSJ


Karena adanya perubahan tempat, pementasan teater ukm ringin conthong STKIP PGRI Jombang dengan lakon "Rumah Sakit Jiwa karya N. Riantiarno" berubah di Plaza Teatre Jombang ( Jl. K.H. Wahid Hasyim, Jombang ).
Pementasan akan diadakan pada tanggal:


On stage :
Sabtu, 06 November 2010
I : Pukul 15.00 - 17.00 WIB
II : Pukul 19.00 - 21.00 WIB
Minggu, 07 November 2010
I : Pukul 10.00 - 12.00 WIB
II : Pukul 15.00 - 17.00 WIB

HTM : Rp 10.000,-

acara ini didukung oleh :

Rabu, 11 Agustus 2010

on stage



T
eater Ringin Conthong November On Stage

RINGKAS CERITA

Sebagai dokter baru di RSJ, ROGUSTA berharap bisa menerapkan cara penyembuhan lewat pendekatan yang penuh persahabatan. Dan bukan dengan perlakuan yang merupakan cerminan kekuasaan tak terbantahkan. Ia tak ingin, rasa takut membuat penyakit para pasien jadi lebih lengkap.

Sebaliknya, SIDARITA sebagai direktur RSJ, merasa kekuasaannya sedang diintip-intip dan disangsikan. Ia menjadi berang. Kedua asistennya yang paling senior - MURDIWAN dan TUNGGUL - juga merasa disaingi oleh dokter baru itu. Lalu mereka merancang siasat agar Rogusta tersingkir.

ROGUSTA berusaha lari dari kejaran masa lalunya, tapi tak pernah berhasil. Bayangan BAPAK dan IBU selalu mengikuti ke mana ia pergi. Ia lalu mengembara. Tapi pada kenyataannya, ia tak pernah bisa berbuat apa-apa. Segala peristiwa cuma bayangan semata yang hanya terjadi di dalam benaknya saja. Juga ketika ia merasa tak lagi memiliki mulut, rasa dan telinga. Berbagai peristiwa telah menyudutkannya kepada keadaan seperti itu.

Inilah cerita tentang para dokter, juga para pasien penyakit jiwa. Ini cerita tentang kemunafikan NYONYA MARSINAH. Dan inilah kisah tentang kekalahan Rogusta menghadapi sebuah sistem yang sudah sangat mapan. Sebuah upaya sia-sia. Tapi siapakah ROGUSTA? Dan mengapa ia harus berkata: ‘Aku merasa dunia sedang berubah menjadi sebuah rumah sakit jiwa. Dokter-dokternya bersembunyi di balik tabir tak tembus pandang. Suara mereka hanya gema-gema, tak pernah jelas apa maknanya.

Dan aku ada di sana ....’

Inilah naskah drama yang unik dan sangat menarik ini dipentaskan dengan pendekatan lebih kepada inti masalahnya. Para pendukung sebaiknya mempersiapkan diri secara intensif dengan mengobservasi beberapa RSJ. Bahkan untuk bisa menangkap suasana malam di rsj, disarankan untuk menginap. Berbagai peristiwa dramatis dan pahit dapat diserap, dan menjadi masukan sangat berharga bagi sandiwara ini. Tapi benarkah mereka yang terkena penyakit jiwa semakin banyak jumlahnya?

Barangkali hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.